Rabu, 25 Januari 2017

Inilah Jenis Keris Pusaka Sakti Yang Paling Melegenda dan Diburu Kolektor


1.Keris Mpu Gandring
Keris empu Gandring adalah Benda Pusaka yang sangat terkenal dalam riwayat berdirinya kerajaan singasari di Malang,Keris ganas yang sudah terkenal memakan korban para pendiri kerajaan,pembuat,bahkan pemakainya yaitu Ken Arok.Singkat Cerita,Keris yang Melegenda ini di buat oleh empu yang sangat sakti bernama Empu Gnadring,yang kemudian dimintakan membuat sebuh keris sangat sakti oleh ken Arok.

Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris keris pusaka masa itu. Mpu Gandring menyelesaikan pekerjaannya membuat sarung keris tersebut. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat, Ken Arok datang mengambil keris tersebut yang menurutnya sudah satu hari dan harus diambil. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dan terakhir Keris tersebut ditusukkannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji (karena sarung keris itu belum selesai dibuat) selebihnya bahkan dikatakan untuk menguji kemampuan keris tersebut melawan kekuatan supranatural si pembuat keris (yang justru disimpan dalam keris itu untuk menambah kemampuannya). Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan sumpah kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok.Sampai sekarang keris mpu gandring ini belum ditemukan lagi oleh siapapun..!!!
2.Keris Naga Sasra Sabuk Inten
Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka berbeda peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya agar tidak salah.
Pada keris dapur Nagasasra yang bagus, sebagian banyak bilahnya diberi kinatah emas, dan pembuatan kinatah emas semacam ini telah dirancang oleh sang empu sejak awal pembuatan. Pada tahap penyelesaian akhir, sang empu sudah membuat bentuk kinatah sesuai rancangan. Bagian-bagian yang kelak akan dipasang emas diberi alur khusus Berupa pamor,untuk “tempat pemasangan kedudukan emas” dan setelah penyelesaian wilah selesai, maka dilanjutkan dengan penempelan emas oleh pandai emas dari dalam kerajaan.

Salah satu pembuat keris dengan dapur Nagasasra terbaik, adalah karya empu Ki Nom, merupakan seorang empu yang terkenal, dan hidup pada akhir zaman kerajaan Majapahit…!!!

3.Keris Pusaka Kala Munyeng (Milik Sunan Giri)
https://www.youtube.com/watch?v=KhHB9mTGQ3E&feature=youtu.be
Dalam Riwayat Prabu Brawijaya murka. Pengaruh Sunan Giri salah satu dari sembilan
Wali Songo,dianggap sudah mengancam eksistensi Kerajaan Majapahit. Patih
Gajahmada dan pasukannya lalu dikirim ke Giri untuk memberikan serangan,Penduduk Giri pun panik dan
menghambur ke Kedaton Giri. Sunan Giri yang saat itu sedang menulis begitu terkejut dan
pena (kalam) yang tengah digunakannya ia lontarkan ke arah pasukan Majapahit. Atas kehendak Sang Pencipta
pena yang terlontar itu menjelma menjadi keris ampuh dan keris inilah yang
memporakporandakan pasukan Majapahit.

Sunan Giri yang nama kecilnya adalah Raden Paku alias Muhammad Ainul Yakin tidak hanya dikenal sebagai penyebar agama Islam yang gigih. letapi juga pembaharu pada masanya.

Pesantrennya, yang dibangun di perbukitan desa Sidomukti di selalan Gresik, tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan agama dalam arti sempit, tetapi juga menjadi pusat pengembangan masyarakat.Gin Kedaton,pesantrennya di Gresik,bahkan tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa kala itu. Ketika Raden Patah (Demak Bintaro) melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Pada perkembangan,

nya kemudian, Demak tak lepas dan pengaruh Sunan Giri. Dan Sunan Giri diakui sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan setanah Jawa.

Meluasnya pengaruh Sunan Giri di Gresik membuat Prabu Brawijaya, raja Majapahit kala itu murka. la memerintahkan patihnya, Gadjah Mada, ke Gin Penduduk Giri ketakutan dan berlari ke kedaton Sunan, Babad Tanah jawa menuturkan, ketika itu Sunan Giri sedang menulis. Karena terkejut mendengar musuh berdatangan merusak Giri, pena (kalam) yang dipegangnya Beliau lontarkan. Sunan Giri kemudian berdoa pada Sang Pencipta.

Ternyata kalam yang terlempar itu berubah meniadi keris berputar-putar,Keris dari kalam itu mengamuk dan banyak tentara Majapahit yang menyerbu Giri tewas, Sisanya kabur,berlarian kembali ke Majapahit. Dan keris dari kalam itupun dikisahkan kembali sendiri ke kedaton Giri,Tergeletak

di hadapan Sunan dengan berlumuran darah.Sunan lalu berdoa pada Yang Maha Kuasa,dan mengatakan pada rakyat Giri bahwa kerisnya yang ampuh itu dinamai Kalam Munyeng.
Apakah keris Kalam Munyeng (pena yang berputar-putar) itu modelnya seperti keris yang pada masa kini populer dengan nama Kala Munyeng (raksasa yang berputar-putar), wallahu alam!!! Namun keris Kala munyeng juga termasuk keris yang amat tersohor Namanya di nusantara ini.

4.Keris Pusaka Kyai Condong Campur

Condong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur.
Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan dan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang tidak ada. Selain itu, keris ini juga menggunakan gusen dan lis-lis-an.

Condong Campur merupakan suatu perlambang keinginan untuk menyatukan perbedaan. Condong berarti miring yang mengarah ke suatu titik, yang berarti keberpihakan atau keinginan. Sedangkan campur berarti menjadi satu atau perpaduan. Dengan demikian, Condong Campur adalah keinginan untuk menyatukan suatu keadaan tertentu.
Konon keris pusaka ini dibuat beramai-ramai oleh seratus orang mpu. Bahan kerisnya diambil dari berbagai tempat. Dan akhirnya keris ini menjadi keris pusaka yang sangat ampuh tetapi memiliki watak yang jahat.

Dalam dunia keris muncul mitos dan legenda yang mengatakan adanya pertengkaran antara beberapa keris. Keris Sabuk Inten yang merasa terancam dengan adanya keris Condong Campur akhirnya memerangi Condong Campur. Dalam pertikaian tersebut, Sabuk Inten kalah. Sedangkan keris Sengkelat yang juga merasa sangat tertekan oleh kondisi ini akhirnya memerangi Condong Campur hingga akhirnya Condong Campur kalah dan melesat ke angkasa menjadi Lintang Kemukus(komet atau bintang berekor), dan mengancam akan kembali ke bumi setiap 500 tahun untuk membuat huru hara, yang dalam bahasa Jawa disebut ontran-ontran.

5.Keris Pusaka Setan Kober

Keris setan kober ini dalam sejarah dibuat oleh mpu supo mandagri,beliau adalah keturunan seorang empu dari tuban.Dalam riwayat,Mpu supo memeluk islam dan berguru kepada sunan Ampel,sambil tetap membuat keris,Supo Mandagri adalah mpu sakti yang menjadikan karya nya begitu sangat terkenal antara lain Keris Kyai Sengkelat,dan Keris Kyai Nogo sosro dan setan kober ini sendiri,keris ini dulu bernama “Bronggot Setan Kober” di buat pada awal kerajaan islam demak Bintaro,kemudian keris ini di serahkan kepada Syekh Jafar Soddiq atau Sunan Kudus dalam perjalananya kemudian di berikan lagi kepada Arya penangsang.
6.Keris Kyai Sengkelat (Brawijaya Ke v )

Keris Sengkelat adalah keris pusaka luk tiga belas yang diciptakan pada jaman Majapahit (1466 – 1478), yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabhumi (Brawijaya V) karya Mpu Supa Mandagri.

Mpu Supa adalah salah satu santri Sunan Ampel. Konon bahan untuk membuat keris Sengkelat adalah cis, sebuah besi runcing untuk menggiring onta. Konon, besi itu didapat Sunan Ampel ketika sedang bermunajat. Ketika ditanya besi itu berasal darimana, dijawab lah bahwa besi itu milik Muhammad saw. Maka diberikan lah besi itu kepada Mpu Supa untuk dibuat menjadi sebilah pedang.

Namun sang mpu merasa sayang jika besi tosan aji ini dijadikan pedang, maka dibuatlah menjadi sebilah keris luk tiga belas dan diberi nama keris Sengkelat. Setelah selesai, diserahkannya kepada Sunan Ampel. Sang Sunan menjadi kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya.Maka oleh Sunan Ampel disarankan agar keris Sengkelat diserahkan kepada Prabu Brawijaya V.

Ketika Prabu Brawijaya V menerima keris tersebut, sang Prabu menjadi sangat kagum akan kehebatan keris Kyai Sengkelat. Dan akhirnya keris tersebut menjadi salah satu piyandel (maskot) kerajaan dan diberi gelar Kangjeng Kyai Ageng Puworo, mempunyai tempat khusus dalam gudang pusaka keraton.

Pusaka baru itu menjadi sangat terkenal sehingga menarik perhatian Adipati Blambangan. Adipati ini memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencuri pusaka tersebut demi kejayaan Blambangan, dan berhasil. Mpu Supa yang telah mengabdi pada kerajaan Majapahit diberi tugas untuk mencari dan membawa kembali pusaka tersebut ke Majapahit. karena taktik yang jitu dari mpu sumpa akhirnya keris itu ia dapatkan kembali dan tanpa menyebabkan peperangan,Malah Ki Nambang akhirnya dianugerahi seorang putri kadipaten yang bernama Dewi Lara Upas, adik dari Adipati Blambangan itu sendiri.Sang Mpu yang berhasil melaksanakan tugas selalu mencari cara agar dapat kembali ke Majapahit. Ketika kesempatan itu tiba maka beliau pun segera kembali ke Majapahit dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Sebelum pergi, beliau meninggalkan pesan kepada sang istri bahwa kelak jika anak mereka lahir laki-laki agar diberi nama Joko Suro, serta meninggalkan besi bahan untuk  membuat keris.







MNC WORLD NEWS
Glimpse From The Past – Indonesia’s Urban Legend
(Ki Cokro ST)

https://www.youtube.com/watch?v=KhHB9mTGQ3E&feature=youtu.be

Pelet Semar Mesem, Penakluk Hati Wanita

Dalam dunia ilmu pengasihan, ajian Semar Mesem  merupakan ilmu atau ajian khusus yang jika diamalkan dengan cara bersungguh-sungguh, akan memiliki khasiat sebagai sarana pemikat cinta. Meluluhkan hati, serta membuat orang yang Anda inginkan hatinya akan terkunci hanya untuk Anda.

Ilmu pengasihan atau lebih populernya disebut pellet, banyak sekali jenis dan kegunaannya, tak terkecuali ilmu Pelet Semar Mesem,

Menurut ahli spiritual dan pakar pengasihan Gus Cokro ST, awalnya banyak orang yang memandang sinis ilmu pellet Semar Mesem ini. Ada yang beranggapan bahwa iolmu ini dilarang penggunaannya, karena akan berakibat negative pada mental orangf yang menjadi target ilmu ini. Padahal, sebenarnya tidak demikian, ilmu pellet Semar Mesem akan bereaksi secara halus. Selain itu, orang yang akan mengamalkan ilmu pengasihan tingkat tinggi ini akan memancarkan pesona diri yang sangat kuat. Kharisma dan kewibawaannya akan muncul, sehingga akan membuat dirinya lebih mudah untuk dikasihi dan disayangi oleh siapapun yang berinteraksi dengannya.

Lalu, Bagaimana Cara Mengamalkan Ilmu Pelet Semar Mesem?
Cara mengamalkan Ilmu Pelet Semar Mesem ini, Anda diharuskan untuk melakukan puasa mutih selama 7 hari,  serta pati geni selama  1 hari di hari. Puasa di mulai pada hari selasa kliwon/ bisa juga hari weton (hari kelahiran) Anda.
Selama menjalani puasa, Anda harus membaca doa/ mantra Ilmu Pelet Semar Mesem dibawah ini.
Doa/ Mantra Ilmu Pelet Semar Mesem:

Ingsun Matek Ajiku Si Semar Mesem,
Mut-mutaku Inten, Cahyane Manjing Pilinganku Kiwa Lan Tengen,
Sing Nyawang Kegiwang,
Opo Maneh Yen Sing Nyawang Kang Tumancep Kumanthil Ing
Telenging Sanubariku.
Yo Iku Si Jabang Bayine…….(sebut nama orang yang Anda tuju)
Teko Welas, Teko Asih, Saking Kersaning Allah,
Laillaha Ilallah Muhammad Rosulullah.
Doa/ mantra Ilmu Pelet Semar Mesem tersebut dibaca 7 kali ketika selesai mengerjakan sholat 5 waktu. Juga setiap kali kita ingin tidur. Sembari membayangkan wajah orang yang Anda tuju.

Namun jika Anda ingin cara yang lebih praktis dan mudah, Anda bisa minta bimbingan dan petunjuk kepada pakar pellet atau pengasihan, Yakni, Gus Cokro ST



MNC WORLD NEWS
Glimpse From The Past – Indonesia’s Urban Legend
(Ki Cokro ST)
i

https://www.youtube.com/watch?v=KhHB9mTGQ3E&feature=youtu.be

Mengenal AjianLembu Sekilan, Ajian Tameng badan Khas Tanah Jawa

Ajian Lembu Sekilan adalah ilmu kebal khas jawa yang berfungsi untuk menangkis serangan senjata tajam maupun senjata tumpul serta peluru dengan cara tidak bisa menyentuh kulit, melainkan hanya berjarak sejengkal (sekilan) dari kulit si pemilik ilmu tersebut. Meskipun demikian, pemilik ilmu ini tidak hanya sekedar memiliki kekebalan tubuh dari berbagai macam serangan senjata musuh saja, namun juga memiliki kekuatan tenaga dalam yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh sembarang manusia.
Ilmu kebal aji lembu sekilan ini dulunya dimiliki oleh para pendekar serta prajurit untuk menjaga keselamatan diri mereka di medan perang. Salah satu pemilik ilmu aji lembu sekilan yang terkenal adalah Mas Karebet atau dijuluki Pendekar Jaka Tingkir (Joko Tingkir), seorang tentara pada masa kerajaan Demak yang akhirnya mendirikan kerajaan Pajang dan sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang di tanah jawa yang kemudian bergelar Sultan Hadiwijaya.
Lembu sekilan merupakan ilmu asli jawa murni, tanpa embel-embel aliran atau agama manapun. Untuk memiliki ilmu ini, seseorang harus kuat melakukan berbagai macam tirakat, termasuk selama 3 atau 7 hari berturut-turut tidak makan nasi melainkan hanya makan dedaunan serta minum air mentah seperti layaknya seekor sapi atau lembu, dan ritual ini disebut “poso ngramban”. Dan belum lagi tirakat-tirakat berat lainnya yang tidak semua orang bisa lulus dalam melaksanakannya, seperti uji kesabaran tingkat tinggi dengan cara berpura-pura menjadi orang gila selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang disebut “topo ngedan”, belum lagi puasa patigeni (tidak boleh melihat cahaya) selama beberapa hari, dan sebagainya.
Jika lulus menjalani tirakat-tirakat berat tersebut, maka orang tersebut akan memiliki kekebalan terhadap hujaman senjata tajam maupun pentungan serta peluru senjata api, serta memiliki tenaga yang kuat seperti layaknya seekor sapi atau kerbau. Bahkan diceritakan seekor cicak akan terpental jika sampai jatuh dari dinding dan menimpa tubuh seorang pemilik ilmu lembu sekilan. Konon, seorang pemilik ilmu lembu sekilan mampu menghadapi serangan sepasukan bersenjata pedang dan mampu melumpuhkan mereka hanya dalam hitungan menit. Dan ini merupakan kehebatan ilmu aji lembu sekilan asli jawa yang sebenarnya.
Pada zaman sekarang ini banyak ilmu aji lembu sekilan yang diperjualbelikan dan itu sebenarnya bukan ilmu lembu sekilan yang asli, karena bisa didapat tanpa melakukan tirakat sesuai prosedur ilmu lembu sekilan asli jawa yang sebenarnya. Ilmu lembu sekilan zaman sekarang bisa diperoleh dengan bantuan makhluk halus yang dicampukan ke dalam minuman. Jika seseorang meminum air berisi mantra atau rajah lembu sekilan tersebut, maka orang tersebut akan memiliki kelebihan “mirip” seperti aji lembu sekilan, hanya saja tingkatannya tidak sekuat aji lembu sekilan yang asli.
Dalam kisah-kisah para pendekar jawa zaman dulu yang memiliki aji lembu sekilan, mereka bisa membungkam mulut buaya dan harimau, menundukan raja makhluk halus penguasa hutan, dan kelebihan-kelebihan dahsyat lainnya. Pada dasarnya, pemilik ilmu lembu sekilan bukanlah hanya sekedar memiliki ilmu kebal terhadap berbagai macam senjata saja, tetapi juga memiliki kekuatan-kekuatan lain serta juga memiliki tingkat kesabaran yang tinggi yang jarang dimiliki oleh semua orang.
Konon musuh akan lumpuh lebih dulu sebelum berhasil mencoba mendekati pemilik ilmu lembu sekilan. Bahkan harimau dan buaya akan terbungkam mulutnya dan tidak akan bisa terbuka ketika berpapasan dengan pemilik ilmu lembu sekilan sampai pemilik ilmu tersebut pergi jauh. Dan bahkan meriam atau granat akan busung (tidak bisa meledak) ketika jatuh di dekat pemilik ilmu aji lembu sekilan. Namun pemilik ilmu ini memiliki satu pantangan yang tidak boleh dilanggar, yaitu tidak boleh makan daging sapi maupun daging kerbau agar ilmunya tidak tambar alias tidak luntur.



MNC WORLD NEWS
Glimpse From The Past – Indonesia’s Urban Legend
(Ki Cokro ST)

Kemana Perginya Roh Menurut Keyakinan Kejawen?


 Ketika roh orang yang hampir meninggal merasuk ke seseorang, bisa terjadi, orang yang dirasuki berbicara menggunakan bahasa roh orang tersebut. Roh halus ini juga dapat menggunakan magnet pribadi orang untuk melakukan kegiatan-kegiatan jasmaniah. Sementara itu, orang yang digunakannya, ketika dalam keadaan tidak dirasuki, sama sekali tidak mampu melakukan ini…
Pati adalah kekuasaan dan wewenang Tuhan dalam rangka menutup kehidupan seseorang. Manusia mati, sebaiknya dapat kembali pulang ke jagad asalnya.
Keyakinan Kejawen mengajarkan, tak lama setelah orang meninggal, jiwanya akan berubah menjadi makhluk halus (roh) yang disebut lelembut, dan berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya. Beberapa dari sifat (kemampuan) spiritual dan mistisme gaib ternyata juga dapat dimiliki oleh orang yang meninggal.
Beberapa jam sebelum meninggal, tubuh seseorang dalam keadaan tidur secara organik. Rohnya, karena ingin mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga atau teman, daya pikirnya memiliki kekuatan untuk mewujudkan diri. Oleh karena itu orang ini dapat menampakkan diri kepada teman atau keluarga meskipun mereka berada di tempat yang jauh. Penampakan diri ini tampil sebagai orang yang masih hidup, namun tidak memiliki kemampuan bicara.

Orang yang dalam keadaan demikian juga dapat menulis menggunakan tangan orang yang tidak dikenal. Bahkan bisa saja tulisan tersebut menggunakan bahasa yang tidak dikenal oleh orang yang menulisnya. Ketika roh orang yang hampir meninggal merasuk ke seseorang bisa terjadi orang yang dirasuki berbicara menggunakan bahasa roh orang tersebut. Roh halus ini juga dapat menggunakan magnet pribadi orang untuk melakukan kegiatan-kegiatan jasmaniah. Sementara itu, orang yang digunakannya, ketika dalam keadaan tidak dirasuki, sama sekali tidak mampu melakukan ini.

Ke Mana Perginya Roh?
Alam halus adalah alam tempat berdiam para roh. Tempat ini juga disebut sebagai daerah kelangitan atau Swarga. Di lingkungan bumi, terdapat dua wilayah yang disebut sebagai kehidupan nyata dan daerah astral. Kehidupan nyata berada pada bumi kita. Daerah astral terbagi dalam Kamaloka dan Naraka. Naraka terdiri atas tujuh bola (wilayah kehidupan) dan sesuai hukum pantulan, Kamaloka juga terdiri atas bola-bola.
Kamaloka sebagai tempat tinggal roh-roh yang sudah meninggal akan menjadi tempat bagi roh yang baru tiba sebagai sarana belajar untuk menanggalkan pikiran dan kesenangan (Kama). Roh yang sudah berhasil melepas sifat kebinatangannya, dan melalui kematian yang kedua, berpindah tempat ke bumi yang terletak pada lapisan langit pertama.
Ketika roh dan badan halus terlepas dari Wethala-nya pada hari ketiga hingga ketujuh, sifat dari badan halusnya tidak akan mengalami perubahan. Badan halus itu tetap berada dalam keadaan cenderung ke kehidupan yang ada sehingga menjadi terlalu besar untuk berpindah ke Kamaloka. Bagi manusia yang semasa hidupnya berlaku baik, proses perubahan badan halus dinamakanIyatama. Dalam Iyatama, badan halus berubah menjadi bentuk yang sesuai untuk bertempat tinggal di dunia roh halus atau dunia kelangitan.
Sementara itu proses perubahan badan halus dari manusia yang selama hidupnya berbuat jahat dinamakan Dhruwan. Dalam Dhruwan, badan halus akan berubah bentuk kasar. Roh dengan badan halus yang “kasar” lebih cocok untuk tinggal di lingkungan Naraka (suatu lingkungan yang digambarkan memiliki kedudukan lebih rendah dan bumi tempat kehidupan nyata).

  Menuju Kesempurnaan        
Roh yang badan halusnya telah bebas dari hawa nafsu dan kesenangan dinamakan Moksha.Roh ini akan berpindah menuju ke kelangitan pertama.
Ada pula keadaan yang lebih tinggi dari Moksha, yaitu bila roh dapat mencapai lapisan langit yang keempat, yang kemudian sampai di daerah langit yang kelima. Di sini, roh dalam badan halus berubah dari “rupa” ke “arupa”. Keadaan ini dinamakan Saiyadiyam, yaitu mencapai satu kesatuan dengan Tuhan. Bilamana roh telah sampai dalam keadaan ini maka setelah kematian dalam wujudnya akan sampai pada daerah di lelangitan kelima. Di wilayah lelangitan kelima, jiwa telah murni atau “arupa”.


MNC WORLD NEWS
Glimpse From The Past – Indonesia’s Urban Legend
(Ki Cokro ST)
                         https://www.youtube.com/watch?v=KhHB9mTGQ3E&feature=youtu.be

Mengulik Meditasi Keluarga Kasunanan di Langenharjo

 
Pesanggrahan Langenharjo
Keluarga besar keraton, sejak dulu kala, selalu memiliki tempat-tempat khusus yang ditujukan untuk kegiatan-kegiatan khusus pula. Di Yogyakarta, ada sebuah tempat, Taman Sari namanya, yang terkenal epic sebagai tempat berkumpulnya para wanita bangsawan pada masanya.

Tak terkecuali di wilayah Surakarta, ada sebuah tempat yang bernama Pesanggrahan Langenharjo. Bangunan yang berlokasi di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo ini bisa ditemui sejarak 50 meter saja dari bibir sungai Bengawan Solo. Bangunan berarsitektur khas Jawa itu pada mulanya didirikan Susuhunan Paku Buwono IX pada 1870, yang baru dirampungkan pada pemerintahan Susuhunan Paku Buwono X pada 15 Juli 1931.
Dulu, bangunan ini, seperti yang tersirat lewat namanya, diartikan sebagai “tempat persinggahan yang nyaman dan damai.” Tak heran tempat ini menjadi favorit tujuan rekreasi keluarga kerajaan Kasunanan Surakarta. Tak hanya rekreasi, tempat tersebut juga digunakan sebagai tempat meditasi sang raja.
Ini terlihat dari ruangan khusus bernama Sanggar Pamujan yang digunakan untuk bersemadi sebagai sarana memperoleh wangsit atau ilham. Khusus semadi ini, hingga hari ini, masih banyak orang-orang yang sengaja melakukan tapa brata di tempat tersebut. Mereka memilih hari-hari tertentu untuk melaksanakan ritual mencari wangsit dari penunggu Langenharjo.
Selain Sanggar Pamujan, di Pesanggrahan Langenharjo juga bisa ditemui ruangan-ruangan lainnya seperti Pendapa Prabasana, Kuncungan, nDalem Ageng, Pendapa Pungkuran, gudang senjata, ruang tamu, Kaputren, dan Kasatriyan.
Air Hangat yang Menyejarah
Pada masa awal didirikan, kolam pemandian air hangat yang terletak di belakang bangunan memang dijadikan sebagai tempat berendam keluarga kerajaan. Karena alasan itulah tempat ini menjadi tujuan wisata favorit keluarga bangsawan keraton Kasunanan. Memang, pemandian ini mengandung belerang yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Wisatawan yang berkunjung ke sini juga diperbolehkan mandi air hangat, meski kadar kehangatannya tak seperti dulu lantaran banyak saluran pipa tua yang mengalami kebocoran.
Perahu Jaka Tingkir
Pemandian Tuk Langenharjo
Kerangka perahu Jaka Tingkir yang ditemukan pada 2007 silam di sekitar sungai Bengawan Solo juga menjadi “penunggu” pesanggrahan Langenharjo.  Perahu tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang warga Desa Bulakan bernama Paiman. Sedianya, sisa kayu perahu tersebut akan digunakan untuk merenovasi masjid di desanya. Niat tersebut urung setelah perahu itu diketahui sebagai cagar budaya.
Perahu kuno tersebut terdiri atas 21 batang kayu, yang apabila dirangkai akan membentuk sebuah perahu. Konon usia perahu yang ditemukan di jalur transportasi dan perdagangan pada masa Susuhunan Paku Buwono X itu berkisar antara 300-400 tahun. Proses pemindahan perahu dilakukan dengan ritual pembacaan doa oleh salah seorang pengageng Keraton Surakarta.



MNC WORLD NEWS
Glimpse From The Past – Indonesia’s Urban Legend
(Ki Cokro ST)

https://www.youtube.com/watch?v=KhHB9mTGQ3E&feature=youtu.be

Syeh Jangkung, Penasehat Mataram Islam yang Memilih Hidup sebagai Petani


Makam Syeh Jangkung
Syeh Jangkung merupakan seorang dengan pembawaan murni orang Jawa. Beliau merupakan penasehat Kerajaan Mataram Islam semasa Kanjeng Sultan Agung. Ketika usia beliau mendekati senja, beliau memilih hidup sebagai petani, dengan membuka perkampungan baru di kawasan Pati.
Syeh Jangkung bernama asli Mbah Saridin. Beliau adalah murid Sunan Kalijaga, selain Mbah Cokrojoyo atau Sunan Geseng. Beliau adalah putera angkat Ki Ageng Kiringan, bersaudarakan Sumiyem, putri Ki Ageng Kiringan.
Beliau kemudian memutuskan menetap di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, hingga akhir hayatnya. Konon, sebelum tinggal di daerah tersebut, Syeh Jangkung pernah diremehkan oleh pemuda setempat lantaran penampilannya yang compang-camping.
Saat itu beliau ingin membeli dua ekor kerbau untuk membajak sawah. Namun oleh tujuh orang warga desa, beliau justru diberi kerbau yang telah mati.
Syeh Jangkung kemudian shalat dan bermunajat kepada Allah agar kerbau tersebut dihidupkan kembali. Usai shalat, dielusnya tanduk kerbau itu sembari meminta si kerbau agar kembali bangun. Secara ajaib, kerbau yang telah mati tersebut bergerak-gerak sambil mengibaskan ekornya.
Melihat kejadian itu, ketujuh warga yang sebelumnya meremehkan Syeh Jangkung, bersujud dan memohon maaf. Sejak itulah Syeh Jangkung membuka perkampungan di daerah yang dikenal dengan Desa Landoh.



MNC WORLD NEWS
Glimpse From The Past – Indonesia’s Urban Legend
(Ki Cokro ST)

https://www.youtube.com/watch?v=KhHB9mTGQ3E&feature=youtu.be

Asah Spiritualitas Lewat Puasa Penghayat Kejawen

Lelaku kebatinan untuk mengasah spiritualitas batin, bagi masyarakat Jawa, bukanlah hal baru. Berragam lelaku dijalankan untuk meraih derajat tertinggi untuk menjadi manusia utama. Salah satu cara yang ditempuh untuk meraih status “manusia utama” itu antara lain melalui puasa. Filosofi Jawa menyatakan, puasa sebagai sarana menggembleng jiwa, raga, mempertajam rasa batin, olahrasa-pangrasa, serta menyucikan hati dan pikiran.
Para penghayat Kejawen telah menemukan metode-metode untuk membangkitkan spirit agar menjadi manusia yang kuat jiwanya dan luas alam pemikirannya, salah satunya yaitu dengan menemukan puasa-puasa dengan tradisi kejawen. Dalam peradaban spiritual Kejawen, seorang penghayat Kejawen biasa melakukan puasa dengan hitungan hari tertentu untuk menaikkan kemampuan spiritual metafisik mereka.
Macam-macam puasa berdasarkan tradisi Jawa adalah sebagai berikut;
1. Mutih
Ketika melakukan puasa mutih, seseorang tidak dibolehkan memakan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih saja. Ketika dikonsumsi, nasi putihnya pun tidak boleh ditambah bahan apapun termasuk gula dan garam. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra tertentu.
2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran/buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur, dan sebagainya.
3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.
4. Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya).
5. Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.
6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja. Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.
7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.
8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

10. Ngasrep
9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.
11. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.
12. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam
13. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri
14. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Ada beberapa tatacara tapa kungkum yang harus dipatuhi dan biasanya dilakukan semala 7 malam.
15. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik karena dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.
16. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Ketika akan masuk ke dalam kubur, pelaku Ngeluwang diharuskan membaca mantra, ” Niat ingsun ngelowong, anatupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang nganggu mang jiwa insun, lebur kaya dene banyu, krana Allah ta’ala.”




MNC WORLD NEWS
Glimpse From The Past – Indonesia’s Urban Legend
(Ki Cokro ST)

https://www.youtube.com/watch?v=KhHB9mTGQ3E&feature=youtu.be