Jumat, 03 November 2017

Makna Simbolik Dibalik Kembang Sesajen

Tradisi merupakan suatu gambaran sikap dan perilaku manusia yang telah berproses dalam waktu lama dan dilakukan secara turun-temurun dimulai dari nenek moyang.Tradisi yang telah membudaya akan menjadi sumber dalam berakhlak dan berbudi pekerti seseorang. Tradisi atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan  sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama.

Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah. Selain itu, tradisi juga dapat diartikan sebagai kebiasaan bersama dalam masyarakat manusia, yang secara otomatis akan mempengaruhi aksi dan reaksi dalam kehidupan sehari-hari para anggota masyarakat itu.

Dalam falsafah hidup masyarakat Jawa, berbakti kepada kedua orang tua dan para leluhur yang menurunkan adalah suatu ajaran yang diagungkan. Dalam tradisi masyarakat Jawa, ungkapan rasa berbakti, tidak hanya diucapkan dalam ikrar doa-doa puji-pujian yang ditujukan kepada leluhurnya. Salah satu wujud nyata rasa berbakti tersebut adalah berupa sesaji, yang dimaksud sebagai persembahan atas segala rasa hormat dan rasa terimakasih tak terhingga kepada para leluhur yang telah wafat. Yang mana semasa hidupnya telah banyak berjasa memberikan warisan ilmu, harta benda, dan lingkungan alam yang terpelihara dengan baik sehingga masih dapat kita nikmati sampai saat ini dan memberikan manfaat untuk kebaikan hidup kita.

Berikut ini adalah beberapa contoh menu persembahan sebagai ungkapan rasa menghormati kepada leluhur (sesaji). Masing-masing uborampe mempunyai ciri khas dan makna yang dalam. Tanpa memahami makna, rasanya persembahan sesaji akan terasa hambar dan mudah menimbulkan prasangka buruk, dianggap sesat, tak ada tuntunannya, dan syirik. Tetapi semua prasangka itu tentu datang dari hasil pemikiran yang tak cukup informasi untuk mengenal dan memahami apa makna hakekat di balik semua itu.

Kembang
Atau bunga. Bermakna filosofis agar kita dan keluarga senantiasa mendapatkan “keharuman” dari para leluhur. Keharuman merupakan kiasan dari berkah-safa’at yang berlimpah dari para leluhur, dapat mengalir (sumrambah) kepada anak turunnya.

Kembang  Setaman
Uborampe ini sangat fleksibel, cakupannya luas dan dimanfaatkan dalam berbagai acara ritus dan kegiatan spiritual. Kembang setaman versi Jawa terdiri dari beberapa jenis bunga. Yakni, mawar, melati, kanthil, dan kenanga.

Adapun makna-makna bunga tersebut yang sarat akan makna filosofis adalah sbb :

Kembang Kanthil (kanthi laku, tansah kumanthil)
Atau simbol pepeling bahwa untuk meraih ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase kalawan kas, tegese kas iku nyantosani. Maksudnya, untuk meraih ilmu spiritual serta meraih kesuksesan lahir dan batin, setiap orang tidak cukup hanya dengan memohon-mohon doa. Kesadaran spiritual tak akan bisa dialami secara lahir dan batin tanpa adanya penghayatan akan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari (lakutama atau perilaku yang utama).

Bunga kanthil berarti pula, adanya tali rasa, atau tansah kumanthil-kanthil, yang bermakna pula kasih sayang yang mendalam tiada terputus. Yakni curahan kasih sayang kepada seluruh makhluk, kepada kedua orang tuanya dan para leluhurnya. Bukankah hidup ini pada dasarnya untuk saling memberi dan menerima kasih sayang kepada dan dari seluruh makhluk?

Kembang Mlathi (rasa melad saka njero ati)
Dalam berucap dan berbicara hendaknya kita selalu mengandung ketulusan dari hati nurani yang paling dalam. Lahir dan batin haruslah selalu sama, kompak, tidak munafik. Menjalani segala sesuatu tidak asal bunyi, tidak asal-asalan. Kembang melati, atau mlathi, bermakna filosofis bahwa setiap orang melakukan segala kebaikan hendaklah melibatkan hati (sembah kalbu), jangan hanya dilakukan secara gerak ragawi saja.

Kembang Kenanga (keneng-a)
Atau gapailah..! Segala keluhuran yang telah dicapai oleh para pendahulu. Berarti generasi penerus seyogyanya mencontoh perilaku yang baik dan prestasi tinggi yang berhasil dicapai para leluhur semasa hidupnya. Kenanga, kenang-en ing angga. Bermakna filosofis agar supaya anak turun selalu mengenang, semua “pusaka” warisan leluhur berupa benda-benda seni, tradisi, kesenian, kebudayaan, filsafat, dan ilmu spiritual yang banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom).

Kembang Mawar (mawi – arsa)
Dengan kehendak atau niat. Menghayati nilai-nilai luhur hendaknya dengan niat. Mawar, atau awar-awar ben tawar. Buatlah hati menjadi “tawar” alias tulus. Jadi niat tersebut harus berdasarkan ketulusan, menjalani segala sesuatu tanpa pamrih (tapa ngrame) sekalipun pamrih mengharap-harap pahala. Pahala tetap saja “upah” yang diharapkan datang dari Tuhan apabila seseorang melakukan suatu perbuatan baik. Pamrih pahala ini tetap saja pamrih, berarti belum mencapai ketulusan yang tiada batas atau keadaan rasa tulus pada titik nihil, yakni duwe rasa, ora duwe rasa duwe (punya rasa tidak punya rasa punya) sebagaimana ketulusan Tuhan/kekuatan alam semesta dalam melimpahkan anugrah kepada seluruh makhluk.

Mawar Merah dan Mawar Putih
Mawar melambangkan proses terjadinya atau lahirnya diri kita ke dunia fana. Yakni lambangdumadine jalma menungsa melalui langkah Triwikrama. Mawar merah melambangkan ibu. Ibu adalah tempat per-empu-an di dalam mana jiwa-raga kita diukir. Dalam bancakan weton dilambangkan juga berupa bubur merah (bubur manis gula jawa).

Dlingo dan Bengle
Keduanya termasuk rempah-rempah, atau empon-empon. Bengle bentuk luarnya mirip jahe. Tetapi baunya sangat menyengat dan bisa membuat puisng. Sedangkan dalamnya berwarna kuning muda. Karena baunya yang mblengeri sehingga di Indonesia jenis rempah ini tidak digunakan sebagai bumbu masak. Sebaliknya di negeri Thailand rempah ini termasuk sebagai bumbu masak utama.
Entah apa sebabnya, bengle dan dlingo merupakan rempah yang sangat tidak disukai oleh bangsa lelembut. Sehingga masyarakat Jawa sering memanfaatkannya sebagai sarana penolak bala atau gangguan berbagai makhluk halus. Anda dapat membuktikannya secara sederhana. Bila ada orang gila yang dicurigai karena ketempelan mahluk halus, atau jika ada seseorang sedang kesurupan, coba saja anda ambil bengle, atau parutan bengle, lalu oleskan di bagian tubuhnya mana saja, terutama di bagian tengkuk.
 
Anda akan melihat sendiri bagaimana reaksinya. Biasanya ia akan ketakutan atau berteriak histeris lalu sembuh dari kesurupan. Dalam tradisi Jawa, jika ada orang meninggal dunia biasanya disiapkan parutan bengle dicampur dengan sedikit air digunakan sebagai pengoles bagian belakang telinga. Gunanya untuk menangkal sawan.

Dlingo dan Bengle, walaupun keduanya sangat berbeda bentuk dan rupanya, tetapi baunya seolah matching, sangat serasi dan sekilas baunya hampir sama. Dlingo dan bengle bermanfaat pula sebagai sarana memasaang pagar gaib di lingkungan rumah tinggal. Dengan cara ; dlingo dan bengle ditusuk bersama seperti sate, lalu di tanam di setiap sudut pekarangan atau rumah.

Akhir kata, sampai di sini dulu pelajaran berharga yang kini sering dianggap remeh bagi yang merasa diri telah suci dan kaya pengetahuan. Di balik semua itu sejatinya memuat nilai adiluhung sebagai “pusaka” warisan leluhur, nenek moyang kita, nenek moyang bangsa ini sebagai wujud sikapnya yang bijaksana dalam memahami jagad raya dan segala isinya. Doa tak hanya diucap dari mulut. Tetapi juga diwujudkan dalam bergai simbol dan lambang supaya hakekat pepeling/ajaran yang ada di dalamnya mudah diingat-ingat untuk selalu dihayati dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Ajaran adiluhung yang di dalamnya penuh arti, sarat dengan filsafat kehidupan. Kaya akan makna alegoris tentang moralitas dan spiritualitas dalam memahami jati diri alam semesta, jagad nusantara, serta jagad kecil yang ada dalam diri kita pribadi.  


Kamis, 02 November 2017

Makna Filosofi Bangunan Keraton Surakarta

Gapura Gladag
   “Wong Jowo nggone semu.” Orang Jawa ahlinya perlambang. Begitu ungkapan yang konon pas untuk menggambarkan citra manusia Jawa. Yang tidak suka mengungkapkan sesuatu secara gamblang, melainkan membalutnya dengan menggunakan pasemon, atau sebuah perlambang. Terutama tentang ajaran kehidupan.

Dan itu pula yang  kita dapatkan dari bangunan yang ada pada keraton Solo. Ketika menikmati keindahan bangunan Bangsal dan Bale yang ada di kawasan Sitinggil.
Kalau kita berjalan meninggalkan Pagelaran ke arah selatan, maka akan menemukan bangunan yang bernama Sitinggil atau Sitihinggil itu.

Bangunan yang secara harfiah berarti tanah yang ditinggikan. Karena dalam bahasa Jawa, siti berarti tanah dan hinggil adalah tinggi. Maka kita temui sekarang, bangunan Sitinggil benar-benar merupakan tempat yang lebih tinggi dibanding bangunan yang lain di sekitarnya. Bahkan  lingkungan ini pun dikelilingi oleh tembok tebal yang tinggi pula.

Dan konon makna dari bangunan Sitinggil merupakan perlambang berkembangnya kedewasaan manusia. Maka untuk menjabarkan ajaran itu, jalan dari Pagelaran menuju Sitinggil pun dibuat mendaki. Merupakan gambaran naiknya tingkat kejiwaan kita.

Jalan berundak ini bernama Kori Mijil, yang berarti pintu keluar. Dalam bahasa Jawa kori adalah pintu, dan mijil adalah keluar. Sebuah ajaran untuk mengingatkan kita, bahwa cermin kedewasaan jiwa adalah kemampuannya menjaga ucapan. Hingga dalam bertutur kata hendaknya apa yang keluar dari mulut kita hanyalah kebenaran dan kejujuran saja.

Sitihinggil
Kawasan Sitinggil lengkapnya bernama Sitinggil Binata Wrata. Bangunan yang didirikan Paku Buwono III pada tahun 1774 dengan candrasengkala ‘Siti Inggil Palenggahaning Ratu’. Sebuah kode hitungan tahun matahari yang secara kata berarti ‘tanah yang ditinggikan sebagai tempat bertakthanya raja’.

Selepas menapaki jalan berundak Kori Mijil, bangunan paling depan kawasan Sitinggil bernama Bangsal Sewayana. Yang pada jaman dulu merupakan tempat para pejabat menghadap raja. Juga merupakan aula untuk melaksanakan upacara kebesaran kerajaan.

Berada di tengah-tengah Bangsal Sewayana, terdapat bangunan bernama Bale Manguntur Tangkil. Inilah tempat singgasana raja bertakhta. Konon di bawahnya tertanam batu andesit yang merupakan takhta kebesaran Prabu Suryawisesa, sang Raja Jenggala.

Manguntur Tangkil berasal dari kata manguntur dan tangkil. Manguntur bermula dari kata mangun tutur, yang berarti membuat kata-kata indah atau memberikan sebuah ucapan rayuan. Sedangkan tangkil berarti tampil ke depan. Jadi secara harfiah, manguntur tangkil berarti memulai dengan kata-kata rayuan yang penuh keindahan.

Sebagai pribadi yang telah dewasa, merupakan saat yang diwajibkan untuk bisa mengolah asmara dalam sebuah pernikahan yang sakral. Karena dengan itu, kedua pribadi dewasa akan melahirkan keturunan bagi kelangsungan hidup mereka.

Hingga bisa dikatakan, kawasan Sitinggil merupakan bangunan yang maknanya mengajarkan kedewasaan. Dan Bale Manguntur Tangkil merupakan perlambang menuju ke arah itu. Karena setelah dewasa dan menikah, maka kehidupan rumah tangga sebagai suami istri pun dimulai. Merupakan saat bertemunya laki-laki dan perempuan yang tengah dianugerahi nikmat asmara.

Maka manguntur tangkil atau menampilkan rayuan adalah ajaran untuk saling mengungkapkan rasa cinta. Sebuah tuntunan membangkitkan asmara agar jiwa bersatu dalam membentuk generasi baru. Yang proses ‘ibadah terindah’ itu akan terasa lebih indah apabila didahului dengan saling menampilkan kata-kata indah atau cumbu rayu.
Berada di belakang Bangsal Manguntur Tangkil, sebuah bangunan bernama Bangsal Witana. Dahulu merupakan tempat berkumpulnya para abdi dalem yang membawa perangkat upacara kebesaran kerajaan.

Witana berasal dari kata ‘wiwitane ana’ yang berarti awal mula kehadiran manusia. Sebuah perlambang tentang permulaan kehidupan, yang dimulai dari tersedianya ‘benih’ dan ‘rahim’. Sebuah makna dari bertemunya benih dari perempuan untuk dibuahi oleh laki-laki. Yang proses itu menjadi wiwitane ana, atau awal hadirnya keturunan kita.

Melangkah lagi ke depan, terdapat sebuah bangunan bernama Bangsal Manguneng. Letaknya tepat berada di tengah-tengan Bangsal Witana dan Bangsal Sewayana.
Secara harfiah manguneng berarti mengheningkan cipta. Karena manguneng berasal dari kata mangun yang artinya membangun dan meneng yang berarti diam. Maka Bangsal Manguneng merupakan perlambang agar pribadi yang dewasa dalam membentuk keturunan baru, harus melalui proses mengheningkan cipta. Yakni untuk selalu meniatkan dan mendekatkan diri pada Tuhan, dengan makin memperbanyak doa.

Songgobuwono
Dari Bangsal Manguneng, kalau kita menoleh ke timur, akan bertemu dengan Bangsal Angun-angun. Kata angun-angun mempunyai arti sesuatu yang masih samar atau masih dibayangkan. Bangunan yang menjadi perlambang, bahwa membentuk keturunan baru adalah sebuah rencana yang  masih berada dalam harapan. Karena itulah, harus semakin giat mendekatkan diri pada Tuhan, bahkan memerlukan penguat iman.

Maka di barat Bangsal Sewayana, kita akan dapati sebuah bangunan bernama Bangsal Bale Bang. Bale Bang berasal dari kata nggebang yang artinya menegakkan. Sebuah ajaran untuk selalu menegakkan atau memperkuat keimanan. Harus mempertebal iman dalam membentuk pribadi yang masih diangankan sebagai keturunan kita.

Kemudian, berada di sebelah selatan Bangsal Witana kita dapati sebuah tembok tinggi memanjang bernama Kori Renteng. Sebuah tembok penghalang yang jika dilihat dari arah selatan, seluruh bangunan yang berada di Sitinggil tidak bisa kelihatan.
Karena Kori Renteng artinya pintu penutup. Sebuah bangunan yang merupakan kiasan dari usaha untuk selalu menutup atau menjaga rahasia keluarga. Bahwa sesuatu yang ada dalam rumah tangga kita, orang lain tidak selayaknya ikut mengetahuinya.

Cukup suami istri saja yang tahu apa cela dan kekurangan masing-masing. Karena bukan pribadi yang dewasa, ketika seorang suami masih suka mengeluhkan kekurangan istrinya. Dan bukan istri yang dewasa, ketika sangat gemar membeberkan kekurangan suaminya.

Maka Kori Renteng yang merupakan pintu penghalang dari arah utara kawasan Sitinggil, sangat tepat untuk menjadi pembelajaran. Bahwa kebersamaan menjaga rahasia, menghormati dan menghargai perbedaan adalah sebuah cermin sikap jiwa yang dewasa. Yang juga merupakan sebuah jalan untuk menjadi sebuah keluarga bahagia.

Karena hanya dari keluarga bahagia itulah yang akan melahirkan generasi yang berguna bagi sesama. Yang dari pertama membangun keluarga, sudah dimulai dengan sebuah kejujuran dan keterbukaan. Bahkan ketika membentuk dan merencanakan keturunan pun selalu diikuti dengan doa dan sepenuh mengheningkan cipta. Dengan selalu mendekatkan diri pada Tuhan untuk semakin mempertebal iman.

Maka selepas dari Sitinggil, sebagai jalan ke luar ke arah selatan, kita akan melewati sebuah pintu besar bernama Kori Mangu. Sebuah pintu yang bermakna untuk membuang segala sikap keragu-raguan atau kebimbangan. Sebab kori dalam bahasa Jawa adalah pintu, dan mangu artinya ragu-ragu.

Suatu ajaran untuk mengingatkan kita, bahwa ciri kedewasaan jiwa juga hendaknya tidak mudah digelisahkan oleh keraguan. Juga tidak gampang bimbang untuk meneruskan langkah peningkatan jiwa selanjutnya, menuju kesempurnaan kehidupan.  


Cetik, Racun Mistis Paling Mematikan Dari Bali

 Pengertian cetik pada dasarnya adalah racun, menariknya racun jenis ini tergolong canggih dan mematikan. Bagimana tidak, bagi yang mengusai ilmu ini, tanpa menyentuh obyek benda yang menjadi media racun, si korban akan tersakiti seperti keinginan si pelaku. Cetik dalam khasanah budaya Bali termasuk ilmu pengiwan.

Ilmu Pangiwa dapat dibagi menjadi 5 bagian yang merupakan cabangnya, yaitu:

§  Pengasren
§  Pangeger
§  Pangasih - asih
§  Penangkep
§  Pangleakan (aji wegig)

Pengasren
Pengasren adalah cabang ilmu pangiwa yang mampu membuat pemakainya menjadi lebih cantik / tampan. Dengan ilmu ini, si pemakai bisa membuat si korban tergila-gila bahkan lupa dengan segala-galannya termasuk keluarga.

Pangeger
Sungguh sangat ambigu bagi orang yang mengetahui nama ilmu pangeger. Sebab dalam Lontar Usada Manak, nama ilmu pangeger adalah ilmu untuk memperlancar / mempercepat proses kelahiran. Di samping pangeger tersebut, ada juga ilmu yang disebut dengan panyeseh, dimana fungsi kedua ilmu ini adalah sama.

Pangasih-asih
Pengasih-asih adalah cabang ilmu pangiwa yang bertujuan membuat orang jatuh cinta kepada orang yang mengamalkan ilmu pangiwa. Hal ini biasanya menggunakan sarana berupa guna-guna. masyarakat Bali mengenal beberapa jenis guna, yaitu Guna Lilit, Guna Jaran Nguyang, Guna Tuntung Tangis, I Cekcek Putih, dan lain sebagainya.

Pangleakan (aji wegig)
Pangleakan adalah cabang ilmu pangiwa yang sudah memerlukan pengorbanan. Dalam mencari korban biasanya dengan cara mencari-cari kesalahan orang lain, untuk dijadikan calon korbannya.
Ilmu pangleakan di Bali yang paling banyak dibicarakan adalah bisa berubah wujud menjadi binatang, kendaraan, rangda, celuluk, bahkan sampai menjadi sampian mas (sampian adalah sejenis karya tangan yg biasanya terbuat dari janur yang dipakai untuk keperluan upacara / hari raya). Konon katanya kalo bisa berubah menjadi sampian mas, itu artinya ilmunya sudah paling tinggi.

Sedangkan ilmu pangleakan untuk membunuh atau menyakiti mangsanya, biasanya menggunakan  :

Bebai
Orang yang terkena bebai biasanya tingkah lakunya seperti orang gila. Tetapi tergantung juga jenis bebai yang masuk ke dalam tubuhnya. Lain jenis bebai, maka lain pula sakitnya. Ada yang seperti orang gila, makan tidak bisa berhenti, tidak bisa makan, kondisi tubuh menurun, si korban lari kesana kemari, dan lain sebagainya. Pendek kata, orang yang terkena bebai seperti orang gila.

Bebai dalam mitologinya berbentuk binatang yang sangat kecil dan masukan ke tubuh manusia melalui pori-pori kulit. Setelah berada dalam tubuh manusia, bebai akan memasuki pembuluh darah samapi tersebar  kemudian menyumbat pembuluh darah.

Cetik
Yang kita tahu merupakan sejenis racun yang akan kita bahas lebih lanjut pada tulisan ini.

Rerajahan
Rerajahan adalah suatu simbol yang digambarkan dan dikombinasikan dengan aksara modre yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu, tergantung dari sang pembuatnya. Jadi tidak semua rerajahan tersebut bermaksud jelek atau untuk tujuan jahat. Dalam ilmu pangleakan pun bisa menggunakan rerajahan, bahkan diperjual belikan .

Sesawangan
Sesawangan ini mirip dengan voodoo. Dengan sesawangan ini bahkan hanya dengan membayangkan calon korban saja bisa membuatnya sakit. Apalagi si penganut ilmu pangleakan tersebut memiliki foto, nama, dan hari kelahiran si korban. Sesawangan ini sering juga disebut dengan acep-acepan atau umik-umikan. Hal inilah yang menyebabkan ilmu pangleakan bisa menyakiti melalui jarak jauh.

Baik kita lanjutkan pada pokok utama bahasan kita kali ini tentang cetik, secara paling sederhana penjelasan cetik adalah sebagai berikut :

§  Segala sesuatu yang kalau dimakan dapat meracuni tubuh manusia.
§  Racun yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut dengan perantara makanan dan minuman, disertai mantra-mantra.
§  Suatu ramuan yang dihidupkan dengan kekuatan gaib, cara masuk dapat melalui makanan , minuman, jarak jauh dan menghidupkannya dengan bantuan sesajen.
§  Racun yang dapat masuk ke tubuh dengan cara dimakan, diminum, dihirup atau dipasang.


Adapun cetik sendiri terbagi dua jenis, yaitu :

§  Cetik Sekala
§  Cetik Niskala


Cetik Sekala adalah cara meracun dengan sarana tertentu yang dilakukan secara nyata, atau manual. Biasanya cetik yang dipakai dengan cara seperti ini adalah diantaranya Cetik Gringsing, Cetik, Cetik Gadang Galeng, dan Cetik Kerikan Gangsa.

Cetik Niskala adalah tata cara atau metode peracunan dengan cara gaib atau tidak tampak nyata. Cetik jenis ini hanya orang yang menguasai ilmu pengiwan yang pinunjul saja mampu melakukannya. Konon, dari cerita yang saya dapatkan dari kolega yang kebetulan pelaku kebatinan Bali. Maka pelaku yang sudah menguasai ilmu pengiwan tersebut hanya dengan memandangi makanan dan minuman sajamaka korbannya akan menjadi sakit seperti yang dikehendaki. Jadi boleh dibilang cetik ini tanpa memerlukan sarana, karena tidak kelihatan.

Dari cerita yang saya dapat dari kolega tentang bahan-bahannya, ada beberapa bahan cetik yang berasal dari serpihan tembaga, tumbuh-tumbuhan, bahkan hewan yang kemudian diramu secara khusus. Khusus disini dalam artian hanya orang yang menguasi ilmu pengiwan yang bisa meramunya. Dalam proses peramuan pun tidak hanya dilakukan pada hari-hari khusus yang diyakini akan mempengaruhi keampuahan cetik tersebut.

Dalam lontar kepengiwan misalnya, cetik ini disebutkan tidak bekerja sendiri. Tanpa kekuatan magis, ia hanya berfungsi sebagai racun biasa saja. Artinya, cetik hanya akan bekerja jika tercampur pada obyek yang ditentukan. Lebih lanjut dijelaskan, ada beberapa aksara (rajah) yang digunakan menambah kekuatan dari kemagisan cetik. Biasanya bagi yang membuat ditambah jnananya, mereka sering melakukan puasa untuk mengasah sejauh mana cetik ini akan berfungsi.

Cara-cara yang sering dipakai untuk menghidupkan cetik, beberapa diantaranya adalah dengan ngerajah atau menuliskan secara langsung aksara-aksara tertentu, atau pun juga dengan cara langsung dengan merapal mantera-mantera khusus. Dan seperti halnya ilmu-ilmu gaib manapun, untuk menambah keampuhan selalu dibarengi dengan laku prihatin tertentu.

Adapun cetik yang paling berbahaya dan paling ditakuti adalah Cetik Gringsing, Croncong Colo, karena sifatnya mematikan dalam hitungan jam tanpa memperhatikan siapa orangnya. Misalnya cetik Croncong Polo yang menyasar  ke otak, Cetik Gringsing menyasar organ hati dan jantung dan cetik Cadang Galeng akan langsung membuat pingsan. Dalam lontar usada pun dijelaskan, meski tiga jenis cetik tersebut terbilang sangat berbahaya akan tetapi ada obatnya sepanjang cepat diketahui. Jika terlambat, maka proses penyembuhannya akan relatif lebih lama.
 

Beruntungnya, tidak semua orang bisa kena cetik. Dalam kepercayaan masyarakat Bali orang yang bisa terkena cetik semua tergantung dari karma orang yang bersangkutan. Karena setiap manusia mempunyai pelindung masing-masing. Kalau karmanya bagus sehebat apapun orang tersebut mencelakai tidak akan bisa.

Cara seorang pelaku yang hendak menyerang korban secara tak langsung umumnya tidak memperlihatkan pelakunya, sebab pelakunya dapat mengendalikan kekuatan cetiknya dari jauh. Namun demikian, ada dua hal yang dapat diperhatikan dari cara tidak langsung ini.

Pertama, umumnya cara tak langsung dilaksanakan pada hari tertentu, yakni Budha Kliwon.

Kedua, Kondisi calon korban dalam keadaan yang tidak terproteksi, antara lain disebabkan pikiran sedang kacau.  Salah satu hal penting untuk menghidar dari serangan cetik jenis ini adalah selalu waspada dan hati-hati dengan tidak mengabaikan intuisi dan bila ada bebeundelan hendaknya di bawa sebagai pendamping. Bebeundelan yang dimaksud disini serupa barang atau benda yang sudah di manterai atau sudah di pasupati. Bebundelan dimaksud di sini bisa dari taring harimau, gigi badak, batu permata tertentu yang tentu saja sudah di rituali seperti yang saya maksud di atas.

Disamping itu sangat dianjurkan untuk selalu meningkatkan keyakinan pada Sang Pencipta agar selalu dilindungi. Disamping memahami bagaimana cara orang memasukkan cetik ke dalam tubuh calon korbannya, juga perlu diketahui apakah cetik itu memiliki efek seketika atau agak lama.


Cetik berefek seketika, maksudnya kalau seseorang memakan sesuatu yang mengandung cetik, maka segera akan terlihat gejala-gejalanya tergantung dari bahan-bahan cetik itu sendiri.  Ada pula cetik berefek agak lama, dengan inkubasi 3-6 bulan. Dalam hal ini, seandainya cetik itu termakan sekarang, maka orang akan merasakan sakitnya secara bertahap dengan puncak sekitar 3-6 bulan yang akan datang.  

Gunung Lawu Pusat Spiritual Tanah Jawa

Gunung Lawu
Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur banyak menyimpan cerita misteri dan konon menjadi pusat spiritual tanah Jawa. Gunung dengan nama asli Wukir Mahendra ini memilik tiga puncak yang masing-masing puncaknya menjadi tempat sakral di Tanah Jawa. 

Puncak pertama, Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Brawijaya V. Puncak kedua, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon penasihat spritual sang Prabu Brawijaya Sementara puncak ketiga, Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi. 

Setiap orang yang hendak pergi ke puncak Lawu harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar si pelaku diyakini bakal bernasib nahas.

Sejak jaman Prabu Brawijaya V inilah hingga Kesultanan Mataram banyak upacara spiritual diselenggarakan di Gunung Lawu. Sehingga Gunung Lawu akhirnya dijadikan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa. Di kaki gunung ini juga terletak Kompleks pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni, Air Terjun Gerojogan Sewu, di areal taman gerojogan disini terdapat banyak kera.

Konon tempat ini dikaitkan dengan cerita wayang Prabu Baladewa pada saat menjelang perang Baratayudha, disuruh Kresna bertapa di Gerojogan Sewu. Hal ini untuk menghindari Baladewa ikut bertempur di medan perang, sebab kesaktiannya tanpa ada musuh yang sanggup menandinginya.

Ada juga air terjun Pringgodani, sesuai namanya tempat tersebut konon merupakan tempat bertapanya Prabu Anom Gatotkaca anaknya Bima.

Untuk menuju kesana melawati jalanan yang sempit dan terjal. Disini terdapat bertapaan yang juga ada sebuah kuburan yang konon merupakan kuburan Gatotkaca. Kuburan ini dikeramatkan dan banyak peziarah yang datang. Di atasnya terdapat hutan Pringgosepi.

Di Gunung Lawu juga terdapat sebuah mata air yang disebut Sendang Drajad, sumber air ini berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Meskipun berada di puncak gunung sumur ini airnya tidak pernah habis atau kering walaupun diambil terus menerus.

Selain itu ada juga sumur kuno, namun meski namanya sumur namun bentuknya adalah sebuah gua kecil yang disebut Sumur Jolotundo. Tempat ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam lima meter lebih dan berbentuk seperti spiral.

Gua ini dikeramatkan oleh masyarakat dan sering dipakai untuk bertapa. Menurut cerita dari sini bisa terdengar suara debur ombak pantai laut selatan yang jauhnya mencapai ratusan kilometer dari Puncak Lawu.

Tak hanya Gunung Lawu yang penuh dengan misteri, bangunan yang ada di lereng Gunung Lawu inipun juga diselimuti misteri.

Seperti keberadaan dua candi purba Cetho dan Sukuh yang masih menjadi satu rangkaian dari misteri Gunung Lawu.

Konon kedua candi tersebut sudah ada jauh sebelum era Brawijaya V . Hasil pahatan yang terdapat pada relief Candi Cetho dan Sukuh sangat simple dan sederhana. Berbeda dengan pahatan jaman Majapahit yang lebih detil juga dan rapi.

Bukti lain yang menunjukkan usia candi di bawah lereng Gunung Lawu ini tertua dibandingkan candi-candi lain di dunia, saat utusan peneliti dari Suku Maya dari Amerika Latin datang ke Candi Sukuh pada tahun 1982 silam.

Ketika itu peneliti dari Suku Maya datang ke Candi Sukuh dengan di dampingi oleh pecinta alam asal Australia. Yang sangat tertarik dan ingin meneliti lebih lanjut adanya candi di Indonesia yang memiliki bentuk sama dengan candi pada peradaban Inca.

Mereka sengaja melakukan penelitian untuk mengetahui jarak pembuatan candi di Indonesia dengan candi yang ada di Suku Maya.

Mereka mengambil sempel lumut dan batu untuk diteliti pada tahun 1982. Hasilnya sangat mengagetkan peneliti Suku Maya ini. Setelah diteliti, ternyata Candi Sukuh usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan candi milik Suku Maya.

Candi di bawah lereng Gunung Lawu ini dibangun menghadap ke arah kiblat atau ke arah barat tidak seperti kebanyakan candi lain di Indonesia selalu menghadap ke timur.

Lokasi candi yang terletak di ketinggian kaki Gunung Lawu ini juga seringkali diselimuti kabut tebal yang turun dengan tiba-tiba, memiliki kesan mistis yang membuat penasaran bagi yang melihatnya.

Selain itu ada fenomena lain yang terjadi di sekitar Lawu. Masyarakat sekitar lereng Gunung Lawu sering melihat sekelebat sinar (cahaya) yang membentuk portal (gerbang) yang berasal dari tiap sudut candi yang berbentuk segi delapan membentuk seperti gerbang ke atas.

Diyakini itu sebagai pintu masuk dimensi lain. Namun, tidak ada yang berani mendekat.Menurut cerita, dahulu di Gunung Lawu ada suatu desa yang hilang. Bahkan sampai sekarang tidak pernah diketahui keberadaannya.

Yang tersisa dan diketahui hanya dari barang peninggalannya saja seperti lumpang, peralatan dapur yang terbuat dari gerabah yang di gunakan pada abad pertengahan masih banyak yang berceceran. Tepatnya di pertengahan puncak Lawu. 


Keangkeran Pulau Gunung Wayang, yang Mendatangi Konon Bisa Mati

Pulau Gunung Wayang yang dikeramatkan warga setempat
Lombok ternyata punya tempat yang memiliki aura mistis. Ada satu pulau keramat yang hanya boleh dilihat dari jauh, namun tak boleh dikunjungi. Ada mitos, yang nekat datang bisa meninggal.

Ya, Anda tidak sedang salah baca, siapapun yang berkunjung ke pulau yang dikeramatkan ini akan meninggal dunia. Pulau keramat tersebut bernama Pulau Gunung Wayang. Letaknya persis di depan Pantai Selong Belanak yang cukup populer di kalangan wisatawan.

Pulau Gunung Wayang berbentuk segitiga, seperti gunung yang muncul di tengah laut. Dengan bentuk seperti itu, pulau ini bisa dilihat dengan jelas oleh wisatawan yang sedang berkunjung ke pantai Selong Belanak. Namun jangan pernah sekali-sekali berniat untuk mengunjunginya karena karena ada mitos yang melarangnya.
Kisah tentang misteriusnya Pulau Gunung Wayang ini,  dituturkan oleh Bobby Anafi, seorang pemandu wisata di Lombok. 

"Pulau ini dianggap keramat sama penduduk setempat, Suku Sasak. Sudah banyak kejadian, yang jadi korban. Siapa saja yang sengaja datang ke sana tanpa izin pemangku adat, pasti akan mati. Pernah ada peselancar bule, ke sana, mati juga. Tidak boleh sembarangan pokoknya," ujar Anaf, begitu sapaan akrabnya.

Anaf sendiri tidak tahu menahu apa yang menyebabkan turis yang datang berkunjung ke pulau Gunung Wayang akan bernasib naas. Dia juga tidak tahu mengapa pulau itu begitu dikeramatkan oleh suku Sasak. Yang jelas sudah banyak korban jiwa yang jatuh karena mengunjungi pulau yang bentuknya mirip 'Gunungan' dalam pementasan wayang.

"Sudah dari dulu dikeramatkan. Kalau mau ke sana, harus ditemani pemangku adat Suku Sasak yang menjaga pulau, namanya Amaq Salmah. Harus ada ritual khusus dulu kalau mau ke sana, tidak bisa langsung," kata Anaf yang merupakan warga asli Suku Sasak.

Menurut cerita Anaf, penduduk lokal tidak ada yang berani mendekati pulau tersebut. Penduduk lokal juga senantiasa memperingatkan bule-bule yang kebetulan hendak berselancar untuk tidak mendekat ke arah pulau tersebut karena berbahaya.

Bagi masyarakat lain, boleh percaya atau tidak dengan mitos Pulau Gunung Wayang yang ada di Lombok. Anggap saja kisah ini sebagai dongeng yang menjadi bumbu agar kunjungan Anda ke Lombok menjadi semakin menarik.

Seringnya, mitos semacam ini adalah bentuk kearifan lokal mengenai konservasi alam. Sikapi dengan bijaksana kearifan lokal yang berlaku di daerah yang Anda datangi. Jika patuh dan sopan, niscaya tidak akan ada hal buruk yang akan menimpa Anda.

Selasa, 31 Oktober 2017

Keris Kutukan Mpu Gandring Tewaskan Lima Tokoh Besar Legendaris Kerajaan Singhasari

Keris kutukan dari Sang Mpu pembuatnya, terbukti dapat   mengubah jalannya sejarah. Tentunya sudah tidak asing lagi dengan cerita diatas. Ya…senjata yang dimaksud tersebut adalah  keris Mpu Gandring. Sekilas mungkin hanya sebilah keris biasa, tapi senjata satu ini ikut andil dalam membentuk skenario-skenario kerajaan Jawa zaman dulu. Ya, lewat keris ini sejumlah tokoh penting mati sehingga membuat sejarah berjalan seperti apa yang pernah kita baca.
Keris satu ini memang sangat bertuah. Tak hanya berisi kekuatan besar, tapi ia diselimuti oleh kutukan. Mpu Gandring, sang kreator, bersumpah keris ini akan membantai Ken Arok dan orang-orang terdekatnya. Sumpah serapah ngeri itu terjadi sesaat setelah sang Mpu dihujam tubuhnya oleh Ken Arok oleh keris buatannya sendiri.
Kutukan terbukti. Keris ini benar-benar membuat mati orang-orang terdekat Ken Arok. Bahkan termasuk Ken Arok sendiri. Dan berikut adalah sosok-sosok yang tewas oleh belati tajam keris sang Mpu yang mengerikan.
1. Mpu Gandring, Korban Pertama Keris Terkutuk
Gandring menyanggupi keris ini bakal jadi dalam sehari, namun mungkin karena ini adalah karya terbaiknya, sang Mpu pun menyelesaikannya agak lebih lama. Ken Arok sudah tak sabar menanti keris hebatnya, lalu menghampiri Mpu Gandring.
 Keris ini sudah jadi, bagus dan sakti, hanya saja Mpu belum menyelesaikan sarungnya. Tak butuh hal tersebut, Ken Arok memaksa meminta sang keris. Mpu bersikeras untuk menahannya, tapi Ken Arok lebih kuat. Hingga akhirnya sang calon raja berhasil merampas lalu kemudian menghujamkan keris itu ke perut sang Mpu. Sebelum mati kutukan pun bergulir. Tak peduli, Ken Arok pun menenteng keris ini dengan kebanggaan.

2. Tunggul Ametung, Tujuan Keris Ini Dibuat
Seorang pendeta bernama Lohgawe mengatakan barang siapa bisa menikahi Ken Dedes ia akan jadi raja besar. Ken Arok yang ambisius tentu saja sangat tertarik dengan tawaran menjadi penguasa ini, di samping Ken Dedes adalah seorang wanita yang cantik. Untuk memuluskan rencana itu, pertama-tama ia harus menyingkirkan Tunggul Ametung suami Ken Dedes.
 Akhirnya Arok memesan keris kepada Mpu Gandring. Setelah balada kematian sang Mpu yang dramatis, akhirnya Ken Arok mendapatkan keris sakti tersebut. Dan tanpa membuang banyak waktu, Ken Arok lewat sejumlah taktik licik berhasil menghujamkan keris bertuah ini. Tunggul Ametung pun jadi korban berdarah kedua keris ini.

3. Ken Arok Mati Oleh Keris Pujaannya
Kematian Tunggul Ametung jadi rahasia lama yang tak pernah terungkap. Hingga suatu ketika, Ken Dedes membongkarnya ketika Anusapati, anaknya dan Ametung, mendesak sang ibu. Geram dengan kelakuan ayah tirinya yang bengis, Anusapati pun mengirimkan utusan bernama Ki Pengalasan untuk membantai Arok yang saat itu sudah jadi raja.
 Sebelumnya, Anusapati meminta keris bertuah tersebut ke tangan ibunya, lalu diserahkannya kepada Ki Pengalasan. Lewat taktik jitu, Ki Pengalasan berhasil menikam Ken Arok saat sedang bersantai. Sang eksekutor ini pun memberitahukan hal tersebut kepada Anusapati dan berbahagialah si anak Ken Dedes.

4. Anusapati Pun Mati Karena Keris Bertuah Ini
Sepeninggal Ken Arok, Anusapati yang menjadi raja Singasari. Pengangkatannya yang cepat membuat beberapa keluarga tak suka, salah satunya adalah Tohjaya, anak dari Ken Arok dan Ken Umang. Entah bagaimana caranya, Tohjaya mengetahui jika Ki Pengalasan melakukan skenario keji yang diatur oleh Anusapati. Marah, Tohjaya merencanakan pembunuhan.
 Cerdiknya, Tohjaya mengelabuhi Anusapati dengan menghiburnya lewat sabung ayam. Terlalu asyik bermain, Tohjaya yang sebelumnya sudah meminjam keris terkutuk itu, langsung menghujamkan belati milik ayahnya ke dada Anusapati. Sang raja pun meninggal saat itu juga.

5. Tohjaya Jadi Pemungkas Kutukan Keris Ken Arok
Tohjaya mungkin tidak mati karena keris bertuah tersebut, namun ia masuk dalam rangkaian kutukan Mpu Gandring. Jadi, diceritakan jika Rangga Wuni, anak Anusapati, sangat geram dengan kematian ayahnya. Lalu, ia pun mengajak berkomplot Mahisa Campaka, putra mahkota kerajaan Kediri yang kekuasannya diambil Tohjaya.
 Skenario terbentuk, dua orang ini pun menghimpun pasukan dan melakukan pemberontakan. Tohjaya yang tak menyadari hal ini pun kaget dan melakukan perlawanan seadanya. Ia tak langsung mati, hanya saja pertempuran dadakan itu membuatnya terluka berat. Dalam pelariannya, Tohjaya pun mati.

Persis apa yang dikatakan Mpu Gandring, orang-orang di sekitar Ken Arok akan mati dengan keris bertuah ini. Anusapati, Tohjaya, semua orang dekat Ken Arok tewas mengenaskan. Kematian Tohjaya sendiri adalah pemungkas dari kutukan tersebut. Sungguh, sebilah keris saja mampu menciptakan huru-hara yang sedahsyat ini.

  

Ilmu Sakti Warisan Leluhur

Berbagai jenis ilmu Kesaktian peninggalan leluhur tanah jawa, hingga kini masih lestari. Hal ini terbukti banyaknya para tokoh spiritual Indonesia yang masih memilikinya. Hal tersebut tentunya berkat warisan dari leluhurnya. Konon ilmu kesaktian yang dahulu dimiliki oleh nenek moyang kita tersebut sudah ada sejak jaman keemasan kerajaan masa lalu di tanah Jawa. Dari sekin ilmu kesaktian yang dahulu pernah dimiliki oleh nenek moyang kita, antara lain adalah:



AJI BOLOSEWU
Orang yang memiliki aji bolosewu ini bisa berwujud menjadi seratus orang bahkan lebih, memiliki kekuatan luar biasa yang tiada tandingan, mampu mengangkat sebuah batu besar dan mampu mencangkul sawah lima hektar sendirian hanya dalam waktu semalam. Bahkan menurut legenda jawa, candi Prambanan di Jawa Tengah dibangun hanya dalam waktu semalam oleh satu orang pendekar sekaligus bangsawan yang bernama Pangeran Bandung Bondowoso.

AJI RAJAH KALACAKRA 
Rajah Kalachakra merupakan senjata ghoib yang bisa untuk membinasakan musuh yang sakti. Rajah inipun juga bisa untuk pagaran tubuh, pagaran rumah dan lain-lainnya. Biasanya rajah ini berupa sinar berputar dan terletak didada pemiliknya. Bagi yang sudah bisa melihat alam ghoib, akan bisa melihat ujud rajah ini.

AJI BRAJAMUSTI 
Dizaman dulu aji Brajamusti adalah aji kebanggan para pendekar. Kerana aji Brajamusti ini merupakan perisai badan yang ampuh sekali. Orang yang mempunyai aji brajamusti mempunyai kekuatan badan dan kekuatan ghaib yang tidak ada tandinggannya. Maka orang yang memiliki tidak bisa menggunakan aji brajamusti kalau tidak dalam keadaan terpaksa. Sebab kalau digunakan sembarangan bisa membahayakan lawan. Kegunaan aji brajamusti selain untuk mengisi kekuatan badan dan tangan, aji barajamusti juga sebagai aji kekebalan terhadap berbagai macam senjata tajam. Senjata yang ampuh bagaimanapun kalau terkena aji brajamusti pasti akan tawar, tak bertuah.

AJI BANDUNG BONDOWOSO
Seperti halnya aji Brajamusti, aji Bandung Bondowoso juga mempunyai khasiat yang luar biasa hebatnya. bagi orang yang mengamalkan aji Bandung Bodowoso akan mempunyai kekuatan badan yang mentakjubkan. Barang yang mustahil bisa diangkat dengan kekuatan manusia, maka dengan aji Bandung Bondowoso barang itu dapat diangkat dengan mudah. Bahkan lebih dari itu dengan aji ini orang bisa menagkis tanpa cidera semua senjata tajam. Senjata tajam akan terpental dengan sendirinya bila mengenai badannya.

AJI INTI LEBUR SAKHETI 
Inti lebur saketi merupakan ajian pamungkas handalan beberapa perguruan. Ajian ini bila diamalkan terus menerus dayanya sangat hebat, bisa digunakan untuk membakar hangus golongan jin yang sakti. Tetapi bisa juga untuk pengobatan, khususnya orang yang kena santet, teluh, tenung, sihir dan lainlainnya lagi. Aji ini kerana dayanya yang dahsyat tidak bisa digunakan sembarangan.

AJI KOMARA GENI 
Aji Komara Geni sejenis Gembala Geni yang juga merupakan aji pamungkas. Komara Geni bisa juga digunakan untuk membakar bangsa jin. kegunaan aji Komara Geni selain untuk pukulan kontak membakar jin, juga untuk pagaran badan, pagaran rumah dan pengobatan berbagai penyakit. Yang penting adalah niat si empunya aji ini.

AJI BADA’ TUBI 
Sebenarnya aji Bada' Tubi ini merupakan aji kekebalan yang tak kalah dengan aji Tameng Waja atau Blabak Pengantolan. Bahkan aji ini mempunyai kelebihan untuk bertempur. Ilmu kontak Bada' Tubi bisa membikin lawan kaku seperi patung (terkunci).

AJI JALA SUTRA 
Aji Jala Sutra bila diamalkan dengan baik dapat untuk melumpuhkan lawan dan kesaktiannya. Biasanya musuh yang kena aji Jala Sutra akan menjadi lemah tak berdaya, semua kesaktian seolaholah punah.

AJI KANCING KONCI 
Amalan Kancing Konci ini khusus digunakan untuk mengunci lawan. lawan yang terkunci gerakannya akan terhenti seketika dan seolah-olah tubuhnya kaku, sukar digerakkan. amalan Kancing Kunci ini sangat penting dimilki oleh orang-orang perguruan tenaga dalam, kerana bisa menunjang keampuhan jurus-jurus kuncian.

AJI GELAP SAYUTA 
Orang dulu sering membangga-banggakan aji Gelap Sayuta, kerana orang yang mengamalkan ajian ini suaranya bisa menggetarkan orang yang mendengarkan. Untuk pukulan tenaga dalam yang dilamuri ajian ini bisa mematikan lawan.

AJI QULHU GENI 
Qulhu Geni merupakan ajian khusus untuk mengalahkan bangsa jin setan, Menurut orang dulu bila dibaca 1 kali, maka syetan putus tangan kirinya, bila dibaca 2 kali putus tangan kanannya, bila dibaca 3 kali putus kedua kakinya dan bila dibaca 4 kali akan lebur seluruh badannya.

AJI QULHU DERGA BALIK 
Kekuatan Qulhu Derga Balik hampir serupa dengan Qulhu Geni dan Komara Geni. amalan ini bisa digunakan untuk kontak, pagaran tubuh dan mengobati orang kena tenung, santet,. Bla diserang akan kembali pada sipenyerang. Sudah barang tentu agar amalan ini bisa lebih mujarab harus sering di wirid.

AJI MACAN PUTIH
Aji Macan Putih merupakan aji kewibawaan yang sangat tinggi. Bila aji ini diwatek (di rapal), suaranya bisa membuat lawan gemetar dan nyali lawan menjadi kecil.

AJI LEMBU SEKILAN 
Aji Lembu Sekilan ini sangat terkenal sejak dahulu, hingga sekarang. Aji ini memang sangat baik untuk keselamatan dalam pertempuran. Bila diamalkan dengan baik semua serangan lawan baik menggunakan tangan kosong maupun senjata tajam bahkan senjata api tak akan mengenianya, melainkan hanya sejengkal saja (sekilan).

AJI TAMENG WAJA
Aji Tameng Waja adalah aji khusus kekebalan. daya keampuhannya memang hampir dengan aji Lembu Sekilan. barang siapa mengamalkan aji tameng waja ini dengan baik Insya Allah dalam suatu pertempuran tidak akan cedera oleh senjata lawan.

AJI TEGUH ALOT PAYUNG ALLOH 
Aji Teguh Alot Payung Allah ini adalah merupakan aji keselamatan dan kekebalan yang sangat ampuh. Dulu aji ini sangat dirahasiakan, setelah ditimbang-timbang demi perkembangan ilmu didunia ini maka bisa disebar luaskan.

AJI PANCASONA 
Aji Pancasona sangat terkenal sejak zaman dahulu. Dalam pewayangan aji ini dimiliki oleh Prabu Dasamuka. Siapa memiliki Aji Pancasona sukar untuk matinya. Kerana bila tertembak misalnya dan kena hingga mati, maka setelah jatuh ke tanah ia akan hidup lagi dan bekas lukalukanya akan lenyap. Aji Pancasona memang hampir sama dengan aji Rawarontek. Orang yang memiliki aji ini matinya hanya bisa bila kepala dan tubuhnya dipisahkan dan ditaruh di tempat yang sangat jauh, bila mungkin dipendam di dalam sumur yang dalam.

AJI BENGKELENG
Aji Bengkeleng di zaman dahulu sangat dirahasiakan. Kerana itu sangat jarang yang memilikinya. Keunggulan aji Bengkeleng sebagai ilmu kebal adalah kalau orang yang mengamalkan aji tersebut sempurna, bila kena senjata tajam dan peluru rasanya seperti kena titisan air.

AJI PAYUNG ALLOH
Amalan Payung Allah adalah amalan untuk keselamatan atau pageran badan. Amalan ini nampaknya memang sederhana, tetapi khasiatnya sangat luar biasa. Amalan ini sangat penting untuk mereka yang sering bergelut dengan dunia kekerasan.

AJI WA LAQAD
Amalan Wa Laqad yang diambil dari surat saba' ayat 10 mmpunyai khasiat yang mengagumkan yaitu Untuk ajian dan Untuk kesaktian yang dapat membengkokkan besi atau mematahkan baja.

AJI SAIFI ANGIN 
atau Sapu Angin adalah suatu kedikdayaan yang dapat mempercepat seseorang dalam perjalanan. Dengan aji Sapu Angin ini orang dapat menempuh jarak jauh dalam waktu yang singkat, ibaratnya lebih cepat darai pesawat terbang. Aji ini pula yang menjadikan orang seperti kijang atau burung srikatan dalam kecepatan bergerak. Orang yang mempunyai aji sapu angin dan mengamalkan dengan baik dapat meringankan tubuh sringan-ringannya, sehingga dapat lari cepat sekali. Dahulu para wali songo selalu menggunakan aji sapu angin ini, khusunya bila diundang untuk rapat di masjid demak.

AJI SUKET KALANJANA
Aji Suket Kalanjana merupakan aji untuk melihat alam ghaib, aji ini sangat kuno dan langka. Jarang orang yang memilikinya. aji Suket Kalanjana ini bila diamalkan dengan baik akan bisa tahu alam ghaib, seperti tahu ujudnya bangsa jin, setan dan sebagainya hanya saja syarat laku ilmu ini sangat sukar, kecuali bagi orang-orang yang berbakat.

AJI PANGLIMUNAN 
Sangat jarang orang sakti yang memiliki aji Panglimunan. aji Panglimunan adalah aji untuk menghilang atau untuk menutup suatu benda agar tidak nampak. aji ini memang cukup berbahaya bila disalah gunakan.

AJI SENGGORO MACAN 
Aji Senggoro Macan adalah suatu ilmu kedikdayaan yang diambil dari nenek moyang dari daya kewibawaan binatang macan. apabila seekor macan telah mengeluarkan aumnya maka calon mangsanya tidak akan berkutik. Untuk dapat menguasai ilmu tidak mudah, siapa saja yang mempunyai ilmu ini akan disegani oleh segenap manusia.

ILMU KARANG 
Orang yang memiliki ilmu ini akan ditakuti lawan, sebab bila sampai terkena tanggannya menyebabkan kematian. apa yang tersentuh oleh tangan orang yang menguasai Ilmu Karang akan lebur. Di Kalimantan ilmu ini disebut dengan Pelebur. Persyaratan agar kita bisa memiliki ilmu yang langka ini tidaklah mudah, sebab ilmu ini yang ditakuti oleh semua mahluk. Untuk mendapatkan dan memiliki ilmu ini kita harus mampu menaklukkan berbagai cobaan dari diri kita dan dari bangsa jin.

AJI MEGANANDA 
Aji ini adalah suatu ilmu yang dapat menidurkan orang /lawan. keampuhan ilmu sulit dicari tandingannya dari zaman nenek moyang hingga kini.

AJI KRESNA 
Aji Kresna ini untuk menjadikan tubuh seperti raksasa bila dilihat musuh . Bila tidak dalam keadaan terancam keselamatan dirinya, tidak bisa aji yang satu ini dikeluarkan. Sebab musuh akan menjadi gila kerana takut dengan penglihatannya. Dalam pewayangan, yang memiliki aji ini hanyalah Prabu Dewa Kresna.

AJI PENATASAN
Orang yang menyimpan ilmu penatasan ini akan dapat melumpuhkan lawan tanpa perlawanan. Sebab penatasan sejenis ilmu yang dapat melumpuhkan lawan dan mematikan semua ilmu yamng dimilkilawan. orang yang memilki ilmu ini hanya menggunakan lewat tangan atau mata. Tentunya dengan menggunakan jurus-jurus dan ilmu-ilmu tersebut dialirkan pada tangan, atau kaki, mata. Akan tetapi dalam penggunaan ilmu ini tidak bisa sembarangan. Kalau kita dalam keadaan terdesak barulah ilmu bisa anda keluarkan, sebab jika tidak dalam keadaan yang membahayakan keselamatan, dan ilmu digunakan dulu, maka musuh akan lumpuh total. Persyaratan untuk mendapatkan ilmu ini juga tidak mudah dilaksanakan.

AJI TUGUMANIK JAYAKUSUMA
Kehebatan dan kegunaan ilmu ini hampir menyerupai ilmu Pancasona, namun ilmu juga berbeda dengan dengan ilmu Pancasona, jika ilmu Pancasona bisa hidup kembali bila potongan tubuhnya tidak dikubur melalui sungai. akan tetapi ilmu Tugumanik Jayakusuma tidak akan mati kalau belum waktunya.(kalau belum tuhan yang mematikan).

AJI PANGUNCEN
Aji Panguncen ini salah satu ilmu yang digunakan para siswa perguruan tenaga dalam. Sebab dengan ilmu ini musuh bila terkena akan terhenti gerakannya. Dalam pengerakan ilmu ini kita harus mempunyai tenaga dalam yang sudah sempurna.

AJI CIUNG WANARA
Dengan aji Ciung Wanara ini anda mampu mengalahkan musuh yang sangat tinggi ilmunya. Bukan itu saja anda akan ditakuti segenap binatang, baik binatang yang hidup didarat maupun yang hidup diair. Aji Ciung Wanara juga dapat menundukkan bangsa jin dan bangsa makhluk ghaib lainnya. Serta dapat menundukkan ilmu sesat seperti tenung, teluh dan santet.

AJI GEMBALA GENI
Siapa yang memiliki aji Gembala Geni bila digunakan maka bangsa jin akan terbakar. Disamping itu bisa digunakan untuk membakar orang yang mempunyai sifat angkara murka. Persyaratan untuk dapat memiliki ilmu Gembala Geni tidaklah ringan. Berbagai cobaan yang menggoda dada kita harus mampu kita tundukkan. Bila kita masih bernafsu untuk menyombongkan suatu ilmu seperti gembala Geni mengakibatkan diri kita terasa terbakar.

AJI KIDANG KUNING
Orang yang memiliki ilmu satu ini dalam berjalan atau dalam bepergian jauh dengan kecepatan yang luar biasa dan susah diikuti dengan pandangan mata. Dalam dunia pesilatan ilmu ini disebut ilmu meringankan tubuh. Dengan secepat kilat kita akan sampai pada tempat yang dituju.

AJI TINGGENGAN
Aji Tinggengan ini kegunaannya sama dengan aji Panguncen. Bila orang yang memiliki aji Tinggengan ini dalam menghadapi lawannya dialirkan lewat tangannya hingga lawan yang terkena sentuhan tangannya tidak akan bergerak.

AJI WISA KIBLAT PAPAT
racun yang dikeluarkan binatang seperti ular, sangat membahayakan bagi keselamatan orang yang digigitnya. Tapi bila orang orang yang digigit ular dan binatang beracun lainnya mempunyai penangkalnya tidaklah hal yang aneh. Anda bisa menangkal racun tersebut dengan menggunakan aji Kiblat Papat.

AJI WISA BATHARI DURGA
adalah aji untuk menangkal racun ular belang. Yang mana racun tersebut sangat ganas. Bila ada orang yang digigit ular tersebut tidak segera diobati akan membawa pada kematian. Namun selama ini belum ada obat yang dapat menangkal racun ular tersebut. Sebab racun tersebut menjalar dengan cepat dalam aliran darah dan langsung menyerang jantung. Dalam beberapa menit orang tersebut akan mati . Bila anda menguasai aji ini dengan mudah menyembuhkannya.

AJI WISA SANG KALITAR PUTIH
Orang yang memiliki aji Wisa Kalitar Putih akan mampu menundukkan bisa racun ular sendok/cobra. Racun ular cobra hampir sama dengan ular belang. Kekuatan racun ular cobra agak lambat menjalar ke jantung.

AJI WISA WARIS KANJENG SINUHUN YOGYAKARTA
Warisan ilmu sebenarnya jarang diturunkan pada anaknya. Namun berhubung banyak masyarakat waktu zaman kerajaan yang takut dengan racun ular ataupun racun kalajengking, maka ilmu diajarkan pada masyarakat.

AJI PAMBUNGKEM SAWER (ULAR)
Aji ini untuk melumpuhkan ular dengan cara membungkam mulutnya agar tidak mengigit kita. AJI BISA KALAJENGKING - Binatang kalajengking juga mempunyai bisa yang kuat, apalagi kalajengking yang berwarna biru. Untuk menangkal racun tersebut gunakan mantra aji wisa kalajengking.

AJI SEMAR NANGIS
adalah ilmu pelet tingkat tinggi. Dalam pelaksanaan puasa untuk dapat memilki ilmu ini, harus berpuasa selama 4 hari 4 malam, kemudian dilanjutkan dengan pati geni semalam.

AJI SELASIH IRENG
Ilmu pelet yang sangat tepat bila digunakan pada anak perempuan yang sombong / orang tuanya tidak menyukai anda.

AJI SEMAR KUNING
Pengasihan Semar Kuning digunakan untuk perempuan yang memutuskan hubungan cinta. Bila aji ini anda rapal maka perempuan yang anda tuju akan menangis untuk meminta kembali bersatu. Jika anda tidak melayani permintaan untuk kembali lagi dengannya bisa mengakibatkan gila.

AJI SILU JANGGAH
Kegunaan ilmu ini untuk guna-guna pada seorang gadis yang menjadi rebutan. Apabila gadis tersebut sudah takluk apada anda, jangan dipermainkan cintanya.

AJI WIJAYAKUSUMA
Aji ini sebenarnya milik raja-raja dizaman dahulu. Sehingga banyak rakyat dijadikan selir. Anda bisa memiliki ilmu ini namun anda harus mampu membahagiakan para isteri anda.

AJI DEWA MANIK
Aji Dewa Manik ini bila dirapal pada suatu perkumpulan, anda akan disenangi orang yang berada di perkumpulan tersebut. Dan apabila dirapal seseorang pada orang yang dikehendaki, maka anda akan dikasihi oleh orang tersebut.

AJI JARAN GOYANG
Ilmu pelet yang sudah sangat terkenal. Persyaratan untuk memiliki ilmu ini tidaklah mudah. Sebab ilmu Jarang Goyang sangat ampuh untuk mengguna-guna seorang gadis atau sebaliknya.

AJI MENJANGAN PUTIH
Kegunaan dari ilmu ini sama dengan pengasihan lainnya.

Ajian-ajian diatas adalah beberapa contoh saja dari begitu banyak ajian yang diciptakan oleh nenek moyang kita. Dalam perkembangannya, ada ajian yang memang sudah punah karena tidak diturunkan ke generasi selanjutnya dan masih banyak juga yang masih lestari, bahkan telah dimodifikasi sedemikian rupa agar makin ampuh.